KAPOLRES JAYAWIJAYA MENDATANGI SEKERTARIAT KNPB MELAKUKAN TEROR DAN MELARANG KNPB DEMO

Posted by Unknown on Rabu, 27 Mei 2015 | 0 komentar | Leave a comment...

KNPB Balim Wamena NewS: Malam menjeng aksi 28 Mei 2015 Kapolres Jayawijaya dengan pasukan densus 88 datang ke sekertariat KNPB Balim dengan peralatan lengkap pada pukul 11.8 WPB. Kepolisian datang dengan anggota densus 88 berjumlah 9 orang .
Mereka datang peralatan seperti senjata senter dan alat -alat lainya beralatan. semua anggota Desus 88 atau kopasus tersebut memakai topeng. Mereka menggunakan topeng bermacam-macam.
Kemudian Kapolres langsung masuk ke sekeretariat KNPB BALIM dengan menggunakan pistol dan topeng, lalu todong ke anggota KNPB yang ada di sekertariat.
Sambil todong pistol ke pintu masuk sekretariat KNPB baliem Wamena, kemudian dia mengatakan bahwa saya ini Kapolres jadi tidak boleh berdiri atau bergerak dan duduk di tempat tegasnya kepada anggota KNPB yang ada di sekertariat . Selanjutnya orang yang mengaku diri kapolres tersebut menggunakan senter memeriksa atau mengeleda seluruh ruangan sekertariat.
Setelah itu kapolres mundur dari pintu dan meminta pak kapolres meminta bapak Simon Yusup Heluka keluar menghadap kapolres, setelah Bapa Yusup keluar menghadap Kapolres dia sampaikan kepada bapa Yusup bahwa, besok KNPB tidak boleh lakukan aksi demo damai etelah mengatakan itu, bapa Yususp disuru masuk kembali ke sekertariat .
Selanjutnya kapolres kembali memanggil Manu Wuka' keluar menghadap kapolres sampaikan hal yang sama bahwa besok KNPB tidak boleh demo tegas kapolres kepada Manu.
Kemudian lebih lanjut kapolres mengatakan bahwa, Kamu orang-orang yang datang dari kampung pulang ke kampung kembali tegas kapolres dengan ancaman todongan pistol kapolres pegang di tangan. Setelah Manu Wuka di suruh masuk ke dalam honai yang merupakan sekertariat KNPB.
Selanjutnya kapolres panggil yusup antar keluar dari sekretariat. sangat memalukan seorang kapolres datang pada malam hari dan todong senjata kepada anggota KNPB dan suru anggota KNPB keluar darisekertariat.
Kapolres seperti ini, sangat bodoh dan tidak profesional menjalankan tugas dan fungsinya sebagai Mitra kerja Masrakat. Apa lagi hal seperti ini dilakukan ole seorang kapolres tidak proseduran . Ini merupakan baru sejarah baru bagi rakyat papua di wamena, masa seorang kapolres ko bisa datang malam malam ke sekertariat KNPB BALIM INI sudah melangar atutan hukum.
teror seperti ini bukan hal baru bagi KNPB tapi yang heranya kenapa seorang Kapolres datang malam hari dan teror KNPB. ini rumah milik orang lain datang seperti pencuri dan pembunuh, sangat memalukan.
hal ini dilaporkan oleh Ketua I KNPB pusat melalui akun facebooknya Kepada sekertariat KNPB pusat malam ini.

Jaminan Tersangka Pembunuh Wartawan Fiji Ditolak

Posted by Unknown on | 0 komentar | Leave a comment...

Losana McGowan. Foto: Facebook
Jakarta, Jubi – Sebuah pengadilan tinggi di Fiji menolak memberikan jaminan kepada orang yang dituduh telah membunuh pasangannya dan mantan wartawan, Losana McGowan.
Usaia Kilaiverata, pria berusia 28 tahun yang menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap Losana McGowan, beberapa waktu lalu itu, kembali mendatangi Pengadilan Tinggi di ibukota Fiji, Suva, pada Selasa (26/5/2015). Kedatangannya kali ini, Kilaiverata bermaksud memohon kepada hakim agar jaminan yang diajukannya didengar dan dikabulkan.
Media setempat, Fiji Live, melaporkan aplikasi atau jaminan yang diajukan Kilaiverata menyatakan bahwa saat ini, dirinya menjadi orang tua tunggal (single parent) dan bekerja sendiri untuk mendukung anak-anaknya yang sedang berada di Selandia Baru, serta bertanggungjawab pula untuk menjaga neneknya.

Namun, aplikasi tersebut ditolak. Hakim pengadilan tinggi mengatakan, semuanya yang dilakukannya adalah resiko penerbangan.
Kilaiverata dimasukkan dalam tahanan untuk kembali menjalani persidangan pada 5 Juni 2015.

John Gobay : Tidak Benar Ada Penyanderaan Dua Anggota TNI di Enarotali

Posted by Unknown on | 0 komentar | Leave a comment...


 Jhon NR Gobay, Ketua DAD Paniai. Jubi/IST
Jayapura, ketua Dewan Adat Daerah (DAD) Paniai, John Gobay membantah informasi adanya penyanderaan dua anggota TNI yang bertugas di kantor Koramil Komopa, masing masing Serda Lery, anggota Koramil distrik Komopa  dan Prada Sholeh, anggota Kostrad 303/Raider.
“Tidak ada sandera di Paniai, jangan dibesar-besarkan serta mau alihkan kasus Paniai,” tegas John Gobay.
Info yang didapatkan dari masyarakat di Enarotali maupun Komopa, lanjut Gobay, adalah dua anggota Koramil Komopa ini kemarin sore ada naik speedbot  dari ujung lapangan bersama masyarakat Komopa. Sampai di  dekat gabungan Kali Eka dan kali Aga, masyarakat mengatakan pada kedua anggota Koramil jika di ujung kali ada markas OPM.
“Jadi keduanya diminta selamatkan diri. Bukan disandera. Mereka dua lompat dari speedboat dan mereka dua bermalam di rawa-rawa,” jelas Gobay kepada Jubi, Rabu (27/5/2015) di Jayapura.
Lanjutnya, kedua anggota TNI itu telah telah diselamatkan oleh Kopassus, anggota Timsus dan Koramil pada hari Rabu 27 Mei 2015.

“Kedua anggota TNI ini telah diselamatkan oleh Kopassus, Timsus dan Koramil lewat jalan darat. Lainnya naik speedboat baru sudah diamankan. Nah info ini yang sa tahu, kalo selain itu tidak tahu,” ujarnya.
Gobay menduga, ini hanya skenario yang dikembangkan oleh aparat keamanan untuk mengaburkan upaya menguak kasus penembakan empat siswa yang terjadi pada bulan Desember tahun lalu.
“Ini seperti sinetron saja. Lebih baik fokus pada upaya mengungkap pelaku penembakan empat siswa tahun lalu daripada mengembangkan cerita seperti ini,” tambah Gobay.
Sebelumnya, Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Fransen Siahaan mengaku dua anggota TNI yang bertugas di Enarotali sejak Selasa (26/5) malam disandera oleh kelompok bersenjata namun telah bebas.
“Sudah bebas, mereka berhasil meloloskan diri,” kata Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Fransen G Siahaan.
Ia menjelaskan bahwa kedua anggota yang disandera oleh kelompok bersenjata di Paniai itu berhasil melepaskan diri, setelah sebelumnya dikabarkan ditahan oleh pimpinan Demianus Magai Yogi.

Polres Jayawijaya Periksa Enam Aktivis KNPB Selama Tujuh Jam

Posted by Unknown on | 0 komentar | Leave a comment...

Ketua I KNPB Pusat (Pake baju Bintang Kejora) saat pimpin aksi di Jayapura pada beberapa waktu lalu. Jubi/Arnold Belau
Jayapura, Agus Kossay, Ketua I Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Pusat melaporkan bahwa dirinya bersama lima rekannya telah ditahan dan diperiksa sekitar tujuh jam di Polres Jayawijaya oleh polisi sebagai saksi saat hendak mengantar surat pemberitahuan aksi demo damai yang akan digelar pada Kamis, 28 Mei 2015.
Agus menjelaskan, sekitar pukul 10 pagi waktu Papua, dirinya bersama lima rekan lainnya mendatangi Polres Jayawijaya untuk memasukkan surat pemberitahuan aksi kepada pihak kepolisian. Ketika sampai di pintu Gerbang, mereka dijemput langsung oleh Kapolres Jayawijaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Semmy Ronny TH Abaa.
“Kemarin (26/5/2015), setelah kami diterima, Kapolres bawa kami ke ruang pertemuan. Dan di ruang pertemuan Kapolres bilang kepada kami bahawa KNPB tidak terdaftar di Kesbangpol. Jadi tidak bisa lakukan kegiatan apa pun. Sehingga tidak bisa lakukan kegiatan apa pun. Jadi untuk sementara waktu saudara-saudara saya tahan dan akan periksa sebagai saksi,” jelas Kosay, mengutip pernyataan Kapolres Jayawijaya, Rabu (27/5/2015).
Lanjut Kosay, setelah itu, Kapolres perintahkan bawahannya untuk periksa kami sebagai saksi. Jadi sejak pukul 10.25 pagi kami diperiksa di empat ruangan yang berbeda.
“Selama pemeriksaan tidak ada intimidasi fisik kepada keenam aktivsi KNPB. Tetapi, saat pemeriksaan, Kosay mengaku diinterogasi selama 7 jam lebih. Yaitu dari pukul 10. 25 sampai 18.42 waktu papua,” jelasnya.
Kosay juga mengatakan, apa pun kondirsinya, KNPB di seluruh tanah Papua dan Papua Barat akan memediasi rakyat Papua untuk melakukan demo damai ke seluruh kantor DPR provinsi dan daerah yang ada di tanah papua.
Juru bicara nasional KNPB Pusat, Bazoka Logo, saat dikonfirmasi Jubi di Jayapura membenarkan informasi bahwa enam aktivis KNPB ditahan dan diperiksa sebagai saksi selama tujuh jam lebih di Polres Jayawijaya.
“Itu informasi yang benar. Bisa hubungi langsung ke ketua I KNPB Pusat, Agus Kossay. Karena dia saat ini ada di Wamena,” katanya kepada Jubi.
Mereka yang ditahanan dan diperiksa sebagai saksi dengan tuduhan kasus yang tidak jelas oleh polisi di Polres Jayawijaya adalah Agus Kossay, Ketua I KNPB Pusat, Ogram Wanimbo, Komisariat Diplomasi KNPB Pusat, Lanny wanimbo Aktivis KNPB Wilayah Wamena, Marti Hiluka Aktivist KNPB Wilayah Wamena, Kristian Pahabol Aktivis KNPB Wilayah Wamena dan Frans Huby Aktivis KNPB Pusat Wamena.

Kerang Raksasa Di Ambang Kepunahan Di Pasifik

Posted by Unknown on | 0 komentar | Leave a comment...


Joe Kaukura dan Alice Mitchell, karyawan Pusat Penelitian Kelautan Aitutaki, sedang membantu menempatkan kerang kembali di laguna depan Pacific Resort Aitutaki. Foto: RNZI / Charley Waters

Jakarta, Seorang ahli biologi kelautan dari Selandia Baru, Dr Charley Waters, mengatakan langkah-langkah drastis harus diambil untuk menyelamatkan populasi kerang raksasa di kawasan Pasifik, yang katanya sedang berada di ambang kepunahan di sebagian besar wilayah tersebut.

Laporan Radio New Zealand menyebutkan, Dr Charley Waters telah menghabiskan 12 tahun terakhir untuk meneliti dan bekerja memulihkan populasi kerang raksasa di Aitutaki laguna di Kepulauan Cook. Dia mengatakan, selama bertahun-tahun, kerang telah dipanen untuk pasar lokal dan internasional lebih cepat daripada masa mereproduksi kerangnya itu sendiri, dan populasinya sekarang sudah sangat kritis, banyak yang sudah habis.

“Saya menggunakan istilah fungsional punah. Sementara masih ada beberapa kerang yang tersisa di laguna, jarak mereka terlalu jauh untuk terjadinya reproduksi. Organisasi global telah mendaftarkannya sebagai kerang yang terancam atau hampir punah. Berbeda dengan mengatakan kepadatan yang terlalu rendah untuk populasi tetap layak,” kata Dr Charley Waters, mengutip RNZ, Rabu (27/5/2015).

Dr Charley Waters mengatakan, dirinya memiliki kekhawatiran bahwa kerang raksasa dapat diambil hingga bernilai 500 dolar Amerika di pasar internasional.

Tewas Dibonceng Narapidana, Warga Demo Lapas Sorong

Posted by Unknown on | 0 komentar | Leave a comment...




Kecelakaan lalu lintas karena pengaruh konsumsi minuman keras. Ist
Sorong,  Ratusan massa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Raja Ampat dan masyarakat Pegunungan Tengah, Rabu (27/5/2015) siang melakukan ujuk rasa di halaman Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sorong, menuntut kasus Lakalantas yang melibatkan salah satu Narapidana.
Kedatangan ratusan massa tersebut, buntut dari tewasnya Nelson Umpay pada 21 Mei lalu akibat kecelakaan lalulintas di kilometer 14 Kota Sorong Papua Barat. Korban saat itu dibonceng seorang Narapidana Lapas kelas IIB Sorong bernama Lasarus yang sengaja keluarkan pihak Lapas dengan alasan pengurusan tanah.

Koordinator aksi, Paul Vincent Mayor mengukapkan tujuan kedatangan mereka ke Lapas untuk bertemu langsung dengan Kepala Lapas, Maliki guna meminta pertanggungjawaban atas kelalaian dan kesengajaan petugasnya, sehingga mengakibatkan korban tewas.
Kalapas Sorong harus diganti karena telah mencoreng wajah hukum,” imbuh Mayor.
Massa kemudian bertemu dengan Kepala Lapas, Maliki di ruang kerjanya dan menyepakati untuk memberikan ganti rugi atas meninggalnya korban. Maliki berjanji akan memproses tahanannya atas nama Lasarus, dan memberikan sanksi kepada pegawainya yangmelakukan kelalaian. “Kami sepakat dalam satu minggu kami sudah bisa menjawab tuntutan bapak-bapak,” janji Maliki.
Usai mendengar penjelasan Kalapas dan pihak keluarga, massa Pun membubarkan diri dan kembali dengan tertib.

Smelter di Papua Akan Mulai Beroperasi Tahun 2019

Posted by Unknown on Selasa, 26 Mei 2015 | 0 komentar | Leave a comment...



Jayapura, -- Ketua Pembangunan Smelter Papua, Bangun Manurung mengatakan, smelter akan dibangun 3 kilometer dari lokasi pelabuhan Timika di atas lahan 650 hektar, di Poumako Industrial Park di Timika, Papua. Pemerintah Provinsi Papua menargetkan pembangunan smelter tuntas 2019.

Smelter yang akan dibangun di daerah Poumako Industrial Park di Timika akan menggunakan teknologi dari Kanada. Pembangkit listrik yang akan digunakan untuk operasional smelter ini juga dari berasal dari gas alam.

"Infrastruktur pelabuhan sudah tersedia dan ada keleluasaan lahan untuk industri yang lain. Pabrik smelter ini akan menggunakan teknologi dari Kanada yang dikembangkan oleh ENFI, salah satu perusahaan dari Non Ferrous China Company (NFC). NFC ini juga yang telah membangung pabrik smelter dibeberapa Negara. Nantinya dari pelabuhan itu, konsentrat bisa disalurkan melalui pipa," kata Bangun Manurung pekan kemarin.

Pemprov setempat mengklaim pendanaan smelter Papua akan disupport penuh oleh Bank Investasi dari Amerika Serikat. pelaksaan pembangunan Pabrik Smelter dan Refinery olrh Non Ferrous China Company yang didanai oleh Bank of China dan setelah pabrik tersebut selesai pembangunannya, maka Bank Investasi dari Amerika Serikat akan melakukan take over pabrik.

Dijelaskannya, daerah Pomako, Mimika layak untuk bangun Smelter. Pasalnya kawasan ini sudah ada perencanaan tata ruang, pabrik semen, amdal serta pelabuhan.

"Daripada mencari lokasi baru harus membuat perencanaanya lagi, justru bisa saja akan membatalkan projek ini, karena pemerintah Pusat melihat kesiapan Papua untuk waktu sekarang ini, karena menurut mereka di Gresik sudah siap, padahal lahannya belum ada (masih laut) dan harus ditimbun," jelasnya.

Langkah berikutnya, ujar Manurung akan dilakukan rapat untuk menentukan strategi smelter smelter yang ada di Indonesia.

"Jadi akan dihitung produk konsentrat di seluruh Indonesia itu untuk jangka menengah dan panjang berapa juta ton. Misalnya di Papua 900 ribu ton, Gresik berapa dan tempat lain berapa, nanti strateginya seperti itu dengan penambang penambang yang sudah ada. Nanti ada penambang baru lagi dari Gorontalo," ucapnya.

Lanjutnya, pada minggu depan akan ada rapat di Menko Perekonomian untuk membicarakan soal kawasan industri di Timika.

"Jadi pusat merespon ini dengan sangat cepat, untuk itu Rabu depan Gubernur akan mempresentasikan kawasan indsutri Timika, yang jelas smelter ini adalah sebagai pemicu kawasan industri berikutnya," katanya.

Untuk daerah, kata Manurung karena lokasi sudah ada, maka yang harus dibuat adalah Peraturan Daerah (Perda) tata ruang. "Ini adalah langkah pertama yang harus dipersiapkan. Kemudian ada ijin ijin yang bersifat lokal baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun pusat karea kedepan akan menjadi kawasan industri. Untuk itu harus ada aturan aturan soal kawasan industri," kata Manurung.

Sedangkan keterkaitan dengan PT. Freeport Indonesia, mengingat pusat hanya memberikan ijin ekspor selama enam bulan kedepan dan akan dievaluasi kembali, maka harus sudah ada MoU.

"Jadi nanti yang dinilai adalah kesiapan mereka untuk menyalurkan konsentrat ke smelter yang dibangun. Ini mungkin salah satu syarat yang akan diminta pemerintah sebagai kesiapan untuk membangun smelter, karena bukan lagi Freeport yang melakukan pembangunan tetapi pihak ketiga," katanya.

Mengenai pihak ketiga, yang selama ini sudah berkordinasi dengan Gubernur adalah pihak Non Ferrous China (NFC) dengan teknologi dari Kanada (SKS). "Nanti mereka yang akan membangun dan didanai oleh NFC," ucapnya

Subscription

You can subscribe by e-mail to receive news updates and breaking stories.

Most Popular

Archives

Recent News